Hidayatullah Kendari Menyambut Tahun Baru Hijriyah

Hidayatullah Kendari Menyambut Tahun Baru Hijriyah

Sejumlah umat muslim di Indonesia menyambut Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1441 Hijriyah, Sabtu (31/08/2019). Beragam cara dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Islam. Misalnya, di daerah Solo, pedagang pasar Triwindu mengikuti Kirab Jenang Suro di Pasar Triwindu untuk menyambut 1 Muharram 1441 H. Sedangkan di Jakarta warga melakukan pawai obor elektrik di sepanjang Jalan MH Thamrin. Di tempat lainnya juga diadakan doa bersama yang diikuti ribuan umat. Hal itu dilakukan sebagai wujud rasa syukur sekaligus pengharapan kehidupan yang lebih baik seiring pergantian tahun.

Hal serupa juga dilakukan oleh jama’ah Hidayatullah Kendari. Para santri Hidayatullah Putra, santri Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah Nanga-Nanga, para pengasuh dan guru, jajaran Dewan Pengurus Hidayatullah (DPW) Sultra, jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kendari dan segenap personalia BMH Kendari begitu bahagia menyambut datangnya tahun baru Hijriyah 1441 H. Tentu, sebagai umat Islam, cara mewujudkan kebahagiaan akan datangnya tahun baru Hijriyah ini berbeda cara menyambut tahun baru Masehi oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Jika saat tahun baru Masehi datang, kita melihat orang memenuhi jalan-jalan di malam hari dengan aneka ragam kembang api dan dengan suara terompet yang bersahut-sahutan, maka di malam tahun baru Hijriyah ini, jama’ah Hidayatullah menyambutnya dengan mengadakan MABIT (Malam Bina Iman Takwa). Kegiatan MABID dimulai sejak ba’da Isya hingga pagi hari.

Ada beberapa kegiatan yang diikuti oleh Jama’ah Hidayatullah dalam menyemarakkan kegiatan MABIT memasuki malam pertama tahun baru Hijriyah 1441 H. Kegiatan tersebut diantaranya :

  1. Menyimak Histori Perintisan Pesantren Hidayatullah Kendari yang disampaikan oleh Ust. H. Syamsu Alam, SE. Beliau termasuk salah satu tokoh masyarakat yang ikut membantu mengawali perintisan Pesantren Hidayatullah sekitar awal tahun 1993-an.
  2. Menyimak Taushiyah tentang hikmah di balik momentum Hijrah dengan tema “Kuatkan Niat Menuju Hijrah Yang Membahagiakan”. Taushiah itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah sekaligus anggota dewan Pembina Pesantren Hidayatullah Kendari, Ust. Drs. Nasri Bukhari, M.Pd
  3. Qiyamulail secara berjama’ah
  4. MBA (Mengajar Belajar Al Qur’an) ba’da Subuh.
  5. Menyimak motivasi dan pecerahan dari DR. Pribadi (Dosen Unhalu). Beliau juga termasuk tokoh perintis yang menyertai kegiatan awal perintisan Pesantren Hidayatullah Kendari.
  6. Senam pandu bersama dan Kerja Bakti

Acara MABID berakhir di pagi hari. Dan para jama’ah kembali ke rumah masing-masing untuk melanjutkan aktivitasnya setelah usai kerja bakti dan sarapan pagi. Dan setelah MABIT usai, beberapa pengurus Hidayatullah segera menuju ke Mowila untuk mensurvai lokasi seluar 3 H yang dihibahkan oleh salah seorang aghniya kepada Pesantren Hidayatullah. Rencananya lahan tersebut akan menjadi pengembangan dakwah Hidayatullah Sulawesi Tenggara. Semoga Allah mudahkan. (Abu Hana).

Load More Related Articles
Load More By annur ahmad
Load More In Hikmah

Leave a Reply

Your email address will not be published.